Yili kembali meraih Thailand FDA Quality Award untuk ketujuh kalinya secara berturut-turut dan Best of the Best untuk kedua kalinya, memperkuat kualitas operasional dan strategi bisnis lokal.
Yili Group kembali mencatatkan capaian penting dalam pengelolaan bisnisnya di Thailand. Melalui anak usahanya di negara tersebut, Yili berhasil memperoleh Thailand Food and Drug Administration (FDA) Quality Award untuk ketujuh kalinya secara berturut-turut. Perusahaan juga kembali mendapatkan penghargaan tertinggi dalam ajang tersebut, yakni Best of the Best Award, untuk kedua kalinya setelah sebelumnya meraihnya pada 2023.
Bagi perusahaan yang bergerak di industri makanan dan minuman, pencapaian tersebut tidak hanya berkaitan dengan pengakuan terhadap produk. Penghargaan dari Thailand FDA juga memperlihatkan bagaimana sistem kualitas, kepatuhan terhadap regulasi, proses produksi, hingga pengelolaan rantai pasok menjadi bagian penting dalam membangun kredibilitas operasional perusahaan di pasar internasional.
Thailand FDA Quality Award diberikan oleh Food and Drug Administration Thailand yang berada di bawah Ministry of Public Health. Proses evaluasinya mencakup sejumlah aspek, antara lain ketertelusuran bahan baku, smart manufacturing, pengujian produk secara menyeluruh, penyimpanan dan distribusi melalui rantai dingin, serta tanggung jawab sosial perusahaan.
Konsistensi selama tujuh tahun berturut-turut menunjukkan bahwa pengelolaan kualitas menjadi bagian yang berkelanjutan dalam aktivitas operasional Yili di Thailand. Perusahaan juga terus memperkuat sistem pengawasan melalui pemanfaatan teknologi dan pengelolaan proses produksi yang lebih terintegrasi.
Dalam operasionalnya di Thailand, Yili menggunakan sistem ERP untuk membantu memantau proses mulai dari pengadaan, produksi, pergudangan hingga logistik. Perusahaan juga meningkatkan sistem prapengolahan, memperkuat pelatihan karyawan, serta melakukan pengelolaan terhadap titik-titik kendali kritis dalam proses produksi.
Pendekatan tersebut berjalan beriringan dengan strategi lokalisasi. Sekitar 80 persen bahan baku dan bahan penunjang yang digunakan Yili di Thailand berasal dari pemasok lokal. Sementara itu, sekitar 95 persen tenaga kerja perusahaan di Thailand merupakan pekerja lokal. Bagi ekosistem bisnis, pola tersebut menunjukkan keterhubungan antara aktivitas manufaktur, pemasok, tenaga kerja, dan perekonomian setempat.
Strategi lokalisasi juga terlihat dari pengembangan produk. Melalui merek es krim Cremo, Yili menyesuaikan portofolio produknya dengan karakteristik konsumen Thailand. Sejumlah inovasi antara lain es krim berbentuk telinga kelinci serta varian dengan bahan seperti nata de coco dan pandan. Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa ekspansi internasional tidak hanya mengandalkan produk yang sama untuk seluruh pasar, tetapi juga membutuhkan pemahaman terhadap preferensi konsumen lokal.
Dari perspektif bisnis, strategi tersebut telah berjalan beriringan dengan pertumbuhan aktivitas Yili di Thailand. Dalam konferensi pelanggan Thailand pada awal 2026, Yili menyampaikan bahwa pangsa pasarnya telah meningkat selama enam tahun berturut-turut hingga 2025, dengan compound annual growth rate (CAGR) di atas 18 persen. Pada periode yang sama, tingkat pengenalan merek Cremo disebut mencapai 83 persen.
Perkembangan tersebut menempatkan pengelolaan kualitas dan pemahaman pasar sebagai dua elemen yang saling berkaitan. Bagi perusahaan yang melakukan ekspansi lintas negara, kemampuan memenuhi persyaratan regulator perlu berjalan bersama kemampuan membangun jaringan pemasok, distributor, tenaga kerja, serta produk yang relevan dengan kebutuhan konsumen.
Thailand juga memiliki posisi penting dalam pengembangan bisnis Yili di Asia Tenggara. Perusahaan sebelumnya telah membangun jaringan produksi dan bisnis di kawasan tersebut, termasuk Indonesia. Dengan pendekatan global mindset dan local operations, Yili berupaya mengintegrasikan sumber daya global dengan kebutuhan pasar setempat.
Secara global, Yili saat ini memiliki lebih dari 2.000 mitra di berbagai negara, 15 pusat riset dan inovasi, serta jaringan basis produksi internasional. Produk-produknya telah dipasarkan di lebih dari 60 negara dan kawasan, sementara laporan perusahaan juga menunjukkan penguatan ekspansi internasional melalui integrasi sumber daya, inovasi, serta pengembangan pasar.
Bagi mitra bisnis, pencapaian Yili di Thailand memperlihatkan bahwa ekspansi internasional tidak hanya berorientasi pada peningkatan distribusi. Kualitas, kepatuhan regulasi, digitalisasi proses, penguatan rantai pasok lokal, pengembangan sumber daya manusia, dan kemampuan membaca kebutuhan konsumen menjadi bagian dari fondasi bisnis jangka panjang.
Yili juga terus menghubungkan aktivitas bisnis dengan kontribusi sosial di pasar lokal. Pada Agustus 2026, perusahaan meluncurkan inisiatif komunitas dan mendonasikan 150.000 produk es krim Cremo kepada pemerintah Thailand. Langkah tersebut melengkapi pendekatan bisnis yang menggabungkan kualitas produk, lokalisasi operasional, dan keterlibatan dengan masyarakat.
Dengan kembali memperoleh Thailand FDA Quality Award untuk ketujuh kalinya secara berturut-turut, Yili memperlihatkan bagaimana standar kualitas dapat ditempatkan sebagai bagian dari strategi korporasi. Pengakuan Best of the Best untuk kedua kalinya sekaligus menjadi bagian dari perjalanan perusahaan dalam memperkuat fondasi operasionalnya di Thailand dan mendukung agenda ekspansi ke pasar Asia Tenggara serta pasar global lainnya.
Bagi industri makanan dan minuman, pengalaman Yili di Thailand memberikan gambaran bahwa keberhasilan ekspansi lintas negara membutuhkan kombinasi antara standar global dan kemampuan beradaptasi secara lokal. Pendekatan tersebut menjadi semakin relevan ketika perusahaan harus membangun kepercayaan dengan regulator, konsumen, pemasok, distributor, maupun mitra strategis di setiap pasar yang dimasukinya.




