PERURI Perkuat Kepercayaan Publik melalui Reputasi dan Transformasi Teknologi Keamanan

PERURI meraih penghargaan Popular Companies kategori Security Technology di IPRA 2026, memperkuat reputasi korporasi sekaligus menegaskan transformasi menuju teknologi keamanan digital dan Government Technology.

JAKARTA — Perum Percetakan Uang Republik Indonesia (PERURI) kembali memperkuat posisi korporasinya sebagai perusahaan teknologi keamanan tingkat tinggi setelah meraih penghargaan Popular Companies kategori Security Technology dalam Indonesia Public Relations Awards (IPRA) 2026.

Penghargaan tersebut menjadi bagian dari rangkaian 7th Anniversary Indonesia Public Relations Summit 2026 yang berlangsung di Auditorium Dhanapala, Kementerian Keuangan, Jakarta. Penghargaan diterima oleh Kepala Biro Corporate Communication & TJSL PERURI, Evan Septantyo Nugroho. Pencapaian tersebut sekaligus menegaskan pentingnya komunikasi korporasi dalam membangun kepercayaan stakeholder di tengah transformasi bisnis perusahaan.

Bagi kalangan profesional dan pelaku bisnis, capaian tersebut menarik karena reputasi PERURI saat ini dibangun di atas fondasi bisnis yang semakin luas. Perusahaan tidak lagi hanya dikenal melalui aktivitas pencetakan uang dan dokumen sekuriti, tetapi juga mengembangkan Digital Security Technology dan Government Technology.

PERURI menyebut pengalaman lebih dari setengah abad dalam teknologi keamanan menjadi fondasi untuk mengembangkan solusi yang melindungi integritas mata uang, dokumen penting, serta identitas fisik dan digital. Perusahaan juga menempatkan kepercayaan sebagai salah satu prinsip utama dalam menjalankan transformasi bisnis.

Reputasi sebagai Bagian dari Strategi Korporasi

Dalam lingkungan bisnis yang semakin terdigitalisasi, reputasi perusahaan memiliki keterkaitan erat dengan kepercayaan terhadap produk dan layanan.

Bagi perusahaan yang bergerak di bidang keamanan, hubungan tersebut menjadi semakin penting. Pelanggan tidak hanya mempertimbangkan fungsi teknologi, tetapi juga aspek keamanan data, integritas sistem, kepatuhan terhadap regulasi dan kemampuan penyedia layanan menjaga keberlangsungan operasional.

Karena itu, penghargaan IPRA 2026 dapat ditempatkan dalam konteks yang lebih luas sebagai pengakuan terhadap upaya PERURI dalam mengomunikasikan transformasi perusahaan kepada stakeholder. Komunikasi korporasi tidak berhenti pada publikasi pencapaian, tetapi juga berperan menjelaskan perubahan model bisnis dan kapabilitas perusahaan.

Pendekatan tersebut relevan bagi perusahaan B2B maupun institusi pemerintah yang membutuhkan tingkat kepercayaan tinggi sebelum mengadopsi suatu solusi teknologi.

Dari Security Printing Menuju Digital Security

Transformasi PERURI berlangsung secara bertahap. Perusahaan yang memiliki sejarah panjang dalam security printing kini mengembangkan kompetensi ke ranah digital.

PERURI saat ini memiliki empat pilar bisnis utama, yaitu Banknote Printing Technology, Security Printing Technology, Digital Security Technology, dan Government Technology. Struktur tersebut menggambarkan diversifikasi kemampuan perusahaan dari keamanan fisik menuju keamanan digital dan teknologi pemerintahan.

Pada lini digital security, PERURI menyediakan berbagai solusi untuk autentikasi, keaslian dokumen dan perlindungan data. Portofolionya antara lain mencakup tanda tangan elektronik, sertifikat elektronik, stempel digital, e-Meterai, identitas digital dan solusi pelacakan dokumen.

Perubahan tersebut memiliki implikasi terhadap pasar korporasi. Digitalisasi proses bisnis membuat dokumen, transaksi dan identitas berpindah ke lingkungan elektronik. Kondisi tersebut menciptakan kebutuhan terhadap sistem yang mampu menjaga integritas informasi sekaligus memberikan kepastian mengenai identitas pihak yang bertransaksi.

Solusi Digital untuk Ekosistem B2B

Kebutuhan tersebut semakin terlihat dalam proses administrasi perusahaan.

PERURI Sign, misalnya, dirancang untuk mendukung tanda tangan elektronik dengan sertifikat digital sebagai alat verifikasi dan autentikasi. Layanan tersebut dapat diintegrasikan melalui API maupun portal signing serta digunakan untuk berbagai aplikasi bisnis seperti e-office, e-invoice, e-faktur dan e-procurement.

Bagi perusahaan, integrasi semacam ini dapat membantu mengurangi ketergantungan pada proses manual dan dokumen fisik.

Efisiensi tersebut juga dapat berdampak pada kecepatan proses persetujuan, pengelolaan dokumen dan transaksi antarunit maupun antarlembaga.

Namun, efisiensi tidak dapat dipisahkan dari aspek keamanan. Semakin banyak proses bisnis dilakukan secara digital, semakin penting mekanisme autentikasi dan perlindungan terhadap manipulasi dokumen.

Karena itu, digital security menjadi salah satu elemen penting dalam strategi transformasi perusahaan modern.

Kepercayaan Pemerintah terhadap Kapabilitas Digital

Kapabilitas PERURI juga mendapatkan kepercayaan dalam skala nasional melalui penunjukannya sebagai GovTech Indonesia dengan nama INA DIGITAL.

Penugasan tersebut didasarkan pada Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2023. PERURI dipercaya mendukung keterpaduan ekosistem layanan digital pemerintah melalui penyediaan infrastruktur dan aplikasi yang mendukung administrasi pemerintahan, manajemen data dan pelayanan publik.

Dalam pengembangan INA DIGITAL, PERURI menyebut tiga layanan yang mulai dikembangkan, yakni INApas, INAku dan INAgov.

INApas diarahkan sebagai layanan identitas digital terpadu, INAku sebagai portal pelayanan publik, sementara INAgov mendukung layanan administrasi pemerintahan bagi ASN.

Bagi perspektif korporasi, penugasan tersebut memberikan gambaran mengenai tingkat kepercayaan yang diberikan kepada PERURI dalam mengelola teknologi yang memiliki tingkat sensitivitas tinggi.

Transformasi yang Harus Terukur

Penghargaan dan pengakuan eksternal menjadi positif bagi perusahaan, tetapi bagi pasar profesional ukuran keberhasilan transformasi tetap berada pada dampaknya terhadap kinerja.

PERURI sendiri telah memperoleh sejumlah pengakuan terkait transformasi digital sepanjang 2026. Pada Januari, perusahaan meraih Indonesia Best Digital Innovation Award dengan predikat Excellent for Its Outstanding Digital Innovation dalam ajang SWA Award.

Pengakuan tersebut menunjukkan bahwa agenda digital telah menjadi bagian dari strategi korporasi, bukan sekadar program pendukung.

Dalam perspektif B2B, transformasi yang ideal perlu diterjemahkan menjadi indikator yang konkret, seperti peningkatan efisiensi, pengurangan proses manual, peningkatan keamanan, kualitas layanan dan kemampuan menciptakan solusi baru bagi pelanggan.

Menghubungkan Teknologi dengan Kebutuhan Bisnis

Salah satu tantangan perusahaan teknologi adalah memastikan inovasi tetap relevan dengan kebutuhan pengguna.

PERURI mengembangkan solusi digital dengan pendekatan yang berfokus pada keamanan, teknologi dan pengalaman pengguna. Perusahaan juga menawarkan solusi desain sistem yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan bisnis dan diintegrasikan ke dalam proses operasional.

Pendekatan ini penting karena kebutuhan setiap industri berbeda.

Perbankan membutuhkan keamanan transaksi dengan standar tinggi. Perusahaan asuransi membutuhkan integritas dokumen. Industri telekomunikasi membutuhkan autentikasi. Sementara sektor pemerintahan membutuhkan sistem yang dapat digunakan dalam skala besar dan memenuhi persyaratan regulasi.

PERURI menyebut solusi digitalnya telah digunakan dan dipercaya di berbagai sektor, termasuk pemerintah, pendidikan, BUMN, asuransi, fintech, e-commerce, telekomunikasi, lembaga keuangan non-bank dan perbankan.

Peran Corporate Communication dalam Bisnis Teknologi

Dalam konteks B2B, komunikasi korporasi juga memiliki fungsi yang lebih strategis.

Produk teknologi keamanan sering kali memiliki karakter teknis dan tidak selalu mudah dipahami oleh seluruh stakeholder. Perusahaan harus mampu menjelaskan manfaat teknologi tanpa mengabaikan aspek keamanan, regulasi dan tata kelola.

Penghargaan IPRA 2026 menunjukkan bahwa dimensi komunikasi tersebut mendapat perhatian.

Bagi PERURI, komunikasi perlu berjalan seiring dengan transformasi bisnis. Ketika positioning perusahaan bergeser dari pencetakan uang menuju teknologi keamanan, publik dan mitra bisnis juga perlu memahami kompetensi baru yang ditawarkan.

Dengan demikian, reputasi berfungsi sebagai jembatan antara kapabilitas teknologi dan kepercayaan pasar.

Menjaga Kepercayaan di Tengah Ekonomi Digital

Pertumbuhan transaksi digital membuat kebutuhan terhadap keamanan semakin besar.

Dokumen elektronik, tanda tangan digital, identitas digital dan transaksi elektronik membutuhkan mekanisme autentikasi yang dapat dipercaya. PERURI menyatakan bahwa solusi digital security-nya dirancang untuk menjaga keaslian dokumen, mencegah manipulasi dan melindungi data.

Dari sudut pandang bisnis, hal tersebut membuka ruang pertumbuhan yang lebih luas.

Perusahaan dapat mengembangkan layanan tidak hanya untuk kebutuhan pemerintah, tetapi juga bagi sektor korporasi yang membutuhkan keamanan dalam proses digitalisasi.

Potensi tersebut sekaligus menuntut perusahaan untuk terus meningkatkan kualitas layanan, kemampuan integrasi dan keamanan teknologi.

Menyatukan Reputasi, Teknologi, dan Kinerja

Capaian IPRA 2026 memberikan satu pesan penting: transformasi teknologi perlu dibarengi dengan kemampuan membangun kepercayaan.

Bagi PERURI, perjalanan tersebut memiliki fondasi yang kuat karena perusahaan telah beroperasi selama lebih dari 50 tahun di bidang teknologi keamanan. Kini fondasi tersebut diterjemahkan ke dalam layanan digital dan Government Technology.

Bagi dunia usaha, perkembangan tersebut memperlihatkan bahwa keamanan digital tidak lagi sekadar fungsi teknologi informasi. Keamanan telah menjadi bagian dari kesinambungan bisnis, reputasi dan hubungan dengan pelanggan.

Karena itu, perusahaan penyedia solusi keamanan harus mampu menunjukkan tiga hal sekaligus: teknologi yang dapat diandalkan, tata kelola yang kuat dan komunikasi yang transparan.

Agenda Berikutnya

Setelah memperoleh pengakuan di bidang reputasi dan komunikasi, tantangan berikutnya bagi PERURI adalah memastikan momentum tersebut berlanjut menjadi peningkatan nilai bagi stakeholder.

Perusahaan perlu terus mengembangkan solusi digital yang relevan, memperkuat integrasi dengan ekosistem bisnis, meningkatkan keamanan dan menjaga kualitas layanan.

Di sisi lain, peran sebagai GovTech Indonesia memberikan ruang bagi PERURI untuk terus mengembangkan kompetensi dalam pengelolaan teknologi berskala nasional.

Kombinasi antara pengalaman dalam teknologi keamanan, kapabilitas digital dan kepercayaan pemerintah menjadi modal penting untuk menghadapi perkembangan ekonomi digital.

Pada akhirnya, IPRA 2026 bukan hanya tentang penghargaan terhadap komunikasi perusahaan. Bagi PERURI, capaian tersebut menjadi bagian dari perjalanan membangun reputasi sebagai perusahaan teknologi keamanan yang mampu menjawab kebutuhan pemerintah, dunia usaha dan masyarakat di era digital.

Sumber

SINDOnews — Perkuat Kepercayaan Publik, PERURI Raih Penghargaan Popular Companies di IPRA 2026

Continue Reading