Wayan Sutawijaya membawa pengalaman panjang di bidang legal dan korporasi dalam memperluas SUTAWIJAYA RISKY AND PARTNERS melalui pembukaan kantor kedua di Sidoarjo.
SIDOARJO — Ekspansi bisnis tidak selalu dimulai dari penambahan skala. Dalam industri jasa profesional, ekspansi juga dapat menjadi cara untuk memperluas akses, mendekatkan kompetensi kepada klien, sekaligus menerjemahkan pengalaman menjadi organisasi yang lebih besar dan dengan pengalaman atau portofolio di berbagai BUMN maupun Swasta. Pendekatan tersebut tercermin dalam langkah Wayan Sutawijaya, SH. MM, founder SUTAWIJAYA RISKY AND PARTNERS, yang membuka kantor cabang kedua firma hukum tersebut di Sidoarjo pada 9 September 2026.
Kantor kedua ini menjadi kelanjutan dari keberadaan SUTAWIJAYA RISKY AND PARTNERS di Jakarta. Kantor sebelumnya beralamat di Apartemen Mediterania Palace, Lantai UG Tower B/Shop/B, Jalan Landasan Pacu Utara, Kemayoran, Jakarta Pusat. Dengan masuknya Sidoarjo sebagai lokasi operasional berikutnya, firma tersebut memperluas pijakan geografisnya ke Jawa Timur.
Bagi Wayan, pengalaman di lingkungan korporasi menjadi salah satu modal dalam membangun pendekatan terhadap profesi hukum. Laporan Tahunan PT Angkasa Pura I (Persero) 2016 mencatat I Wayan Sutawijaya sebagai Head of Legal and Compliance sekaligus Pts. Head of Internal Audit. Dokumen yang sama mencatat latar belakang pendidikan Sarjana Hukum dari Universitas 17 Agustus 1945 Semarang dan Magister Manajemen dari STIE Mitra Indonesia Yogyakarta.
Rekam jejak tersebut memberikan konteks terhadap cara Wayan melihat fungsi hukum. Dalam kapasitasnya sebagai Vice President Legal PT Angkasa Pura I pada 2019, ia menekankan bahwa fungsi legal tidak semata-mata menjadi unit pendukung, tetapi memiliki peran dalam menentukan arah pengambilan keputusan perusahaan. Pandangan tersebut juga diwujudkan melalui pengembangan Sistem Informasi Analisa Pelayanan Hukum (SIAP), sebuah sistem digital yang mencakup antara lain legal drafting, legal opinion, legal audit, legal due diligence, dan legal aid.
Pengalaman tersebut memperlihatkan satu pola kepemimpinan yang relevan bagi firma hukum: fungsi legal perlu memahami persoalan bisnis, bukan hanya aspek normatif dari sebuah permasalahan. Dalam lingkungan korporasi, keputusan hukum berhubungan langsung dengan risiko, kepatuhan, efisiensi proses, kontrak, pengadaan, hingga keberlangsungan kegiatan usaha.
Pendekatan serupa terlihat dalam keterlibatan Wayan pada pembahasan persoalan hukum pengadaan barang dan jasa di PT Angkasa Pura I. Dalam sebuah kegiatan perusahaan pada 2019, ia membahas risiko hukum sejak tahap regulasi, perencanaan, pelaksanaan hingga pengawasan. Pengalaman tersebut menunjukkan pentingnya perspektif preventif dalam mengelola risiko hukum perusahaan.
Kapasitas tersebut juga datang dari pengalaman mengelola fungsi legal dalam organisasi berskala besar. Pada 2019, pemberitaan mengenai PT Angkasa Pura I mencatat Divisi Legal perusahaan masuk dalam ajang Indonesian Law Award. Pada tahun berikutnya, Bisnis.com juga memberitakan penghargaan PT Angkasa Pura I dalam ALB Indonesia Law Awards 2020 dan mengutip Wayan Sutawijaya mengenai peran strategis unit Legal and Compliance dalam memberikan solusi hukum, kepatuhan, serta penyelesaian persoalan hukum perusahaan.
Kini, pengalaman tersebut memasuki fase berbeda melalui SUTAWIJAYA RISKY AND PARTNERS. Pembukaan kantor kedua di Sidoarjo bukan sekadar perpindahan aktivitas ke lokasi baru, melainkan langkah untuk membangun jangkauan yang lebih luas dari basis awal di Jakarta.
Sidoarjo sendiri berada dalam kawasan metropolitan Surabaya dan merupakan salah satu wilayah penting dalam aktivitas ekonomi Jawa Timur. Kehadiran firma hukum dengan pengalaman korporasi di wilayah tersebut membuka ruang bagi pengembangan layanan profesional yang lebih dekat dengan kebutuhan pelaku usaha, perusahaan, maupun masyarakat.
Strategi ekspansi seperti ini menuntut lebih dari sekadar membuka kantor. Tantangan berikutnya adalah memastikan standar layanan, kompetensi tim, pemahaman terhadap kebutuhan klien, serta tata kelola tetap terjaga ketika organisasi berkembang. Di titik inilah pengalaman kepemimpinan menjadi faktor penting.
Bagi Wayan Sutawijaya, perjalanan dari lingkungan legal korporasi menuju pembangunan firma hukum memberikan satu modal utama: pemahaman bahwa hukum memiliki hubungan erat dengan keputusan bisnis. Ekspansi SUTAWIJAYA RISKY AND PARTNERS ke Sidoarjo pada 9 September 2026 menjadi babak baru dari perjalanan tersebut—mengubah pengalaman yang telah dibangun menjadi fondasi untuk memperluas jaringan dan layanan.
Pada akhirnya, pertumbuhan sebuah firma hukum tidak hanya diukur dari jumlah kantor yang dimiliki. Yang lebih menentukan adalah kemampuan pemimpinnya menjaga kualitas, membangun kepercayaan, memahami perubahan kebutuhan klien, serta menerjemahkan kompetensi hukum menjadi solusi yang relevan bagi dunia usaha. Di tengah ekspansi tersebut, tantangan kepemimpinan Wayan Sutawijaya berikutnya adalah memastikan nilai-nilai itu tetap menjadi fondasi ketika SUTAWIJAYA RISKY AND PARTNERS memasuki fase pertumbuhan yang lebih luas.
Sumber Referensi:
Laporan Tahunan PT Angkasa Pura I (Persero) 2016, profil I Wayan Sutawijaya sebagai Head of Legal and Compliance/Pts. Head of Internal Audit. Annual Report PT Angkasa Pura I 2016

