Iklan
Iklan
Iklan
Iklan

Jasa Raharja meraih empat penghargaan TOP GRC Awards 2026, memperkuat komitmen terhadap governance, risk management, compliance, dan ketahanan organisasi.

JAKARTA — Penguatan governance, risk management, dan compliance (GRC) semakin menjadi bagian penting dalam membangun organisasi yang mampu bertahan di tengah perubahan lingkungan bisnis dan regulasi. Bagi perusahaan yang menjalankan fungsi pelayanan publik, penerapan GRC juga berkaitan erat dengan kualitas pengambilan keputusan, pengelolaan risiko, serta kepercayaan para pemangku kepentingan.

PT Jasa Raharja (Persero) memperlihatkan konsistensi tersebut melalui empat penghargaan yang diterima dalam ajang TOP GRC Awards 2026. Penghargaan tersebut terdiri atas Platinum Medal, TOP GRC Awards 2026 #Star 5, The High Performing Board of Commissioners on GRC 2026, serta The Most Committed GRC Leader 2026 yang diberikan kepada Direktur Utama Muhammad Awaluddin. Penghargaan diterima Muhammad Awaluddin bersama Komisaris Independen Viviet Savitri Prapita S. pada 9 September 2026 di Hotel Raffles Jakarta.

GRC sebagai Bagian dari Operating Model

Bagi Jasa Raharja, GRC tidak ditempatkan semata sebagai aktivitas kepatuhan administratif. Muhammad Awaluddin menegaskan bahwa governance, risk management, dan compliance perlu menjadi bagian dari setiap proses bisnis sehingga dapat mendukung kualitas layanan kepada masyarakat. Pendekatan tersebut menempatkan GRC lebih dekat dengan proses pengambilan keputusan dan operasional perusahaan.

SPONSORED VIDEO
Tertarik dengan penawaran ini?Pilih Lihat Detail atau langsung Hubungi Kami.

Perspektif tersebut memiliki relevansi bagi organisasi dengan eksposur risiko yang kompleks. Jasa Raharja sendiri menerapkan manajemen risiko yang mengacu pada ISO 31000:2018 dan menempatkan pengelolaan risiko sebagai bagian strategis untuk mengidentifikasi berbagai risiko serta mendukung pengambilan kebijakan yang lebih terukur. Perusahaan juga telah mengembangkan Risk Management Information System sebagai bagian dari infrastruktur pengelolaan risiko.

Dalam perspektif korporasi dan B2B, integrasi tersebut memberikan implikasi terhadap kualitas proses internal. Tata kelola yang konsisten dapat membantu organisasi membangun mekanisme pengendalian, memperjelas akuntabilitas, mengidentifikasi potensi risiko lebih awal, serta menjaga kesinambungan proses bisnis.

Konsistensi sebagai Indikator Kematangan Organisasi

Salah satu aspek penting dari pencapaian Jasa Raharja pada TOP GRC Awards 2026 adalah kesinambungan pengakuannya. Perusahaan mempertahankan predikat TOP GRC #Star 5 selama delapan tahun berturut-turut, sejak 2019 hingga 2026. Sementara itu, penghargaan The High Performing Board of Commissioners on GRC telah dipertahankan selama enam tahun berturut-turut sejak 2021.

Konsistensi tersebut menunjukkan bahwa implementasi GRC tidak hanya diarahkan untuk memenuhi target jangka pendek. Keberlanjutan penerapan governance dan risk management membutuhkan keterlibatan jajaran direksi, komisaris, hingga karyawan dalam menjalankan prinsip dan mekanisme yang telah ditetapkan. Jasa Raharja menyebut keterlibatan seluruh elemen organisasi sebagai salah satu faktor dalam menjaga konsistensi tersebut.

Bagi pemangku kepentingan korporasi, pendekatan semacam ini menjadi relevan karena kualitas tata kelola pada akhirnya berhubungan dengan kemampuan organisasi mengantisipasi perubahan. Regulasi, teknologi, ekspektasi masyarakat, serta karakter risiko yang terus berkembang membuat perusahaan perlu memiliki sistem yang tidak hanya responsif, tetapi juga mampu memberikan informasi bagi pengambilan keputusan.

Menuju Risk Intelligence

Transformasi pengelolaan risiko juga menjadi salah satu arah yang dikembangkan Jasa Raharja. Dalam Risk Townhall 2026, perusahaan mengangkat tema “Transforming Governance for a Sustainable and Resilient Future – Leveraging AI, GRC, ESG & ERM for Smarter Decisions and Resilience”. Pendekatan tersebut menggambarkan upaya menghubungkan GRC dengan teknologi, ESG, enterprise risk management, serta kualitas pengambilan keputusan.

Muhammad Awaluddin juga menyampaikan arah transformasi dari pendekatan yang berfokus pada identifikasi, mitigasi, dan pelaporan risiko menuju Risk Intelligence, yang mencakup early warning, predictive analytics, risk insight, dan decision support. Bagi organisasi dengan kebutuhan pengambilan keputusan yang semakin cepat, kemampuan mengolah informasi risiko menjadi insight strategis menjadi bagian penting dari penguatan ketahanan perusahaan.

Perkembangan tersebut sejalan dengan perhatian regulator terhadap penguatan GRC di sektor jasa keuangan. Otoritas Jasa Keuangan menempatkan governance, risk management, dan integritas sebagai fondasi bagi sektor jasa keuangan yang resilien, adaptif, dan kompetitif. OJK juga terus mendorong penguatan tata kelola serta pengawasan berbasis risiko pada industri perasuransian, penjaminan, dan dana pensiun.

Menjaga Kepercayaan Pemangku Kepentingan

Bagi perusahaan yang menjalankan fungsi perlindungan masyarakat, tata kelola memiliki dimensi yang lebih luas daripada sekadar kepatuhan internal. Kualitas governance dan risk management turut menentukan bagaimana perusahaan menjaga kesinambungan layanan, mengelola potensi risiko, dan mempertanggungjawabkan keputusan kepada stakeholder.

Empat penghargaan TOP GRC Awards 2026 menjadi salah satu milestone dalam perjalanan tersebut. Namun, nilai strategis GRC tetap berada pada bagaimana prinsip governance, pengelolaan risiko, dan kepatuhan diterjemahkan ke dalam proses bisnis sehari-hari.

Dengan mempertahankan penerapan GRC secara konsisten sekaligus mengembangkan pendekatan berbasis teknologi dan risk intelligence, Jasa Raharja memperlihatkan arah pengelolaan korporasi yang menempatkan tata kelola sebagai bagian dari penguatan ketahanan organisasi. Bagi lingkungan profesional dan B2B, pendekatan tersebut memberikan gambaran bahwa GRC dapat berfungsi sebagai instrumen strategis untuk menjaga kualitas keputusan, kontinuitas operasional, dan kepercayaan stakeholder.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *